Senin, 04 Januari 2010

Family Girl

Kemarin pagi saya sampai lagi di kota Bandung setelah libur hampir dua minggu dan pulang ke rumah. Seperti biasa rasanya enggan sekali kembali ke Bandung. Kembali ke rutinitas dan jauh dari keluarga. Disambut dengan ujian akhir semester.

Sebenarnya yang paling bikin saya merasa enggan kembali adalah jauh dari keluarga. Sejak kecil saya dekat dengan keluarga. Keluarga saya hangat, akrab, dan menyenangkan. Bukan hanya dengan orang tua tapi juga dengan sepupu-sepupu dan keluarga lain saya dekat. Oya, saya anak tunggal. Jadi dari kecil memang dekat sama orang tua.

Selalu dan selalu, di hari pertama di Bandung saya menangis tanpa disengaja. Apalagi saat beres-beres barang bawaan dari rumah dan menemukan semua yang disiapkan mama, macam-macam cemilan dan makanan. Ingat dengan semua perhatian orang tua dan keluarga. Hmm, bahkan saat putus dengan pacar pun saya enggak nangis, hahaha.

Yah tapi bagaimanapun kuliah di sini adalah keinginan saya sendiri. Untuk mencapai cita-cita selalu perlu pengorbanan kan? Semoga semuanya tidak sia-sia dan harapan untuk membahagiakan mereka bisa terwujud.

Jumat, 18 Desember 2009

Mau Nulis Review Lagi

Sekarang saya sedang baca The Last Symbol karya Dan Brown. Mulai baca Senin malam kemarin dan udah sampai chapter 40-an. Tapi gara-gara Selasa, Rabu, dan Kamis malam sibuk terus jadi belum dilanjutkan. Nanti kalau sudah selesai bakal saya tulis review di sini. Sepertinya malam ini bisa lanjut baca deh. Baca novel memang asyik, yang bahasa Inggris kayak gini juga oke.

Makrab Teknik Kimia ITB 2008

Setelah terakhir kali berkumpul seangkatan di luar kampus alias makrab pada bulan puasa kemarin yang sekaligus buka bareng, hari Selasa tanggal 15/12/09 kami TK 08 berkumpul kembali di rumah Arriman, tempat yang sama seperti tempat buka bareng. Memang rumah Arriman letaknya strategis dan luas sehingga enak dijadikan tempat berkumpul. Beberapa dari kami yang merupakan magangers Workshop sampai di rumah Arriman terlebih dahulu karena kami langsung ke sana setelah survey tempat pelatihan daur ulang kertas di SMPN 14. Ternyata di rumah Arriman sudah ada Kiki yang diantar kakaknya. Sambil menunggu teman-teman lain yang berangkat bareng dari kampus, kami jajan dulu di kantin SMA 3 sebelah rumah Arriman.

Sekitar pukul 16.00 anak-anak TK 08 mulai berdatangan. Karpet dan ponco digelar, tendapun dipasang. Saya dan beberapa teman seperti Anur, Mita, Tika, Galuh, Ana, dan lain-lain memotong semangka di dapur. Semangkanya oke banget, ada yang beratnya 6 kg dan ada yang 8 kg. Pisau saya samapai sempat menancap di tengah semangka. Hasilnya agak aneh sih, ada potongan semangka yang kecil-kecil tapi tebal, tapi ada juga yang tipis-tipis tapi lebar. Ya sudahlah, yang penting semangkanya manis.

Setelah ada pengumuman tentang acara CHE Night dari Mita, acara dimulai dengan games bisik-bisik. Orang pertama yang memulai games ini adalah Rene. Cara bermainnya, orang pertama harus membisikkan sebuah pertanyaan yang jawabannya adalah orang yang ada di tempat. Seperti "Siapa yang paling lucu?" dan sebagainya. Orang yang ditanya lalu menuju orang yang merupakan jawabannya dan membisikkan pertanyaan lain semacam itu. Permainan akan berakhir ketika jawaban dari pertanyaan adalah orang yang sudah pernah mendapat giliran. Di akhir permainan semua pertanyaan dibuka ke forum. Sepertinya yang paling sensasional adalah pertanyaan Mely ke Ivan yaitu siapa yang paling sring terbayang. Dan jawaban Ivan adalah...... Bangbang. Hahahahahaha.

Karena sudah masuk waktu maghrib acara dilanjutkan dengan sholat maghrib. Yang laki-laki pergi ke masjid di dekat situ, sementara yang perempuan sholat di rumah. Setelah semuanya selesai sholat, makan malam dibagikan. Menunya nasi, tumis sayur (ada buncisnya!), dan ayam. Entah kenapa Anur dapat tempe tapi saya tidak.

Setelah makan dan menghabiskan semangka, tibalah acara inti yaitu curhat angkatan. Di sini banyak yang mengungkapkan apa yang dirasakan mengenai angkatan, PM, CHE Night, dan lain-lain. Dari sini kami mencoba untuk saling memahami semua yang ada di angkatan kami. Acara selesai sekitar pukul 21.00 tapi saya agak lupa juga. Semoga ke depan acara-acara keakraban seperti ini bisa sering diadakan lagi.

Pelatihan Daur Ulang Kertas untuk Siswa SMP

Divisi Workshop HIMATEK ITB mengadakan acara pelatihan daur ulang kertas untuk siswa SMP pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2009 di SMPN 14, Jalan W.R. Supratman Bandung. Peserta pelatihan berasal dari lima SMP yaitu SMPN 14, SMPN 22, SMPN 27, SMPN 40, dan SMPN 44. Tiap sekolah diminta mengirimkan 10 perwakilan dan guru pendamping, tetapi karena antusias dengan kegiatan ini, beberapa sekolah mengirimkan lebih dari 10 orang siswa. Kegiatan ini merupakan proker untuk TK 08 yang magang di divisi Workshop. Dari kegiatan ini diharapkan siswa-siswi SMP menyadari pentingnya daur ulang kertas bagi lingkungan dan mengetahui cara membuat kertas daur ulang dengan peralatan sederhana.

Acara dimulai pukul 08.00 dan dibuka dengan sambutan dari Kepala SMPN 14 selaku tuan rumah dan penanggung jawab proker magang sebagai perwakilan panitia. Selanjutnya pembawa acara memberikan penjelasan singkat mengenai kegiatan pelatihan, pentingnya daur ulang kertas, dan cara membuat kertas daur ulang. Peserta kemudian menuju ke ruangan terbuka di samping aula tempat pembukaan untuk paktek mendaur ulang kertas. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok dan tiap kelompok didampingi satu fasilitator dari anggota HIMATEK angkatan 2007 dan 2006.

Para peserta mula-mula belajar membuat bubur kertas. Kertas yang telah disobek kecil-kecil dan direndam dalam air dimasukkan ke dalam blender dengan perbandingan kertas dan air kira-kira 1:5. Setelah cukup halus, bubur kertas atau yang biasa disebut pulp ini dipindahkan ke dalam baskom. Agar pencetakan kertas lebih mudah, digunakan baskom berbentuk persegi panjang. Jika pulp terlalu kental, dapat ditambahkan air lagi. Pulp yang dibuat harus cukup banyak agar alat pencetak kertas dapat tenggelam dalam campuran pulp.

Setelah pulp cukup, pencetakan kertas mulai dilakukan. Alat pencetak kertas berupa kassa yang ditempelkan ke bingkai kayu, disebut screen. Screen dimasukkan ke dalam campuran pulp yang telah diaduk rata dan diangkat sehingga bubur kertas menempel di atas screen dan air tersaring. Selanjutnya screen ditutup dengan kain dan papan triplek lalu dibalik. Kemudian papan screen ditekan dengan rakel agar air keluar. Rakel adalah lembaran karet tebal dngan lebar hampir sama degan screen. Setelah itu screen diangkat dan kertas basah akan menempel di kain, siap untuk dijemur. Semua peserta mencoba melakukan langkah-langkah tersebut dengan didampingi fasilitator. Sementara para guru pendamping mengamati dan sesekali bertanya apada fasilitator juga. Para peserta nampak sangat antusias mencoba membuat kertas daur ulang. Beberapa kelompok juga sempat mencoba membuat kertas dengan tekstur daun.

Acara berikutnya setelah membuat kertas daur ulang dan istirahat sejenak adalah materi mengenai kertas daur ulang sebagai kertas seni dari dosen FSRD, Pak Mukhsin. Dibuka juga sesi tanya jawab setelah materi diberikan. Acara selesai sekitar pukul 10.30 dan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan peralatan daur ulang kertas untuk tiap sekolah serta sertifikat untuk peserta secara simbolis. Dengan penyerahan peralatan daur ulang kertas ke tiap sekolah diharapkan kegiatan daur ulang kertas dapat berlanjut di sekolah masing-masing.

Terakhir, para panitia dan fasilitator berfoto bersama di depan SMPN 14 dengan latar belakang spanduk kegiatan. Kemudian semuanya kembali ke kampus ITB untuk kegiatan lain yang akan dilaksanakan hari itu.

Kami Satu, Satu CHE

Kemarin, hari Kamis 17/12/09 kami Teknik Kimia ITB 2008 menjalani rangkaian acara terakhir PELITA (Pengenalan Lingkungan dan Organisasi Teknik Kimia). Mengikuti PELITA merupakan syarat bagi mahasiswa Teknik Kimia ITB 2008 untuk menjadi anggota HMATEK (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia) dan sudah dimulai sejak bulan Agustus kemarin. Sebelumnya, hari Rabu sore kami diberi tugas angkatan dan daftar barang-barang yang harus dibawa besoknya. Tugas angkatan tersebut adalah membuat name tag dengan kode warna medik dan organigram lengkap HIMATEK. Tugas itu langsung dikerjakan bersama-sama malamnya sampai sekitar tengah malam.

Besok paginya sebelum acara PELITA, magangers Workshop menjalankan salah satu proker magang kami yaitu pelatihan daur ulang kertas di SMPN 14 dengan peserta siswa-siswi SMP dari lima sekolah. Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 dan selesai pukul 11.00. Jadi kami sudah siap di kampus pukul 06.00 dan baru kembali ke kampus pukul 11.30. Setelah istirahat sebentar dan makan siang, kami dan seluruh mahasiswa TK 08 lainnya berkumpul di depan perpustakaan pusat pukul 13.00. Dari situ, dilakukan mobilisasi menuju lapangan parkir depan Gedung Serba Guna (GSG) di mana panitia sudah menunggu. Setelah menitipkan handphone kami semua dimobilisasi lagi menuju selasar barat Labtek X.

Acara berlangsung mulai pukul 14.00 bersama dengan panitia PELITA, TK 07 dan para sahabat TK angkatan 06 ke atas. Momen paling berkesan tentu saja saat kami akhirnya menjadi bagian dari keluarga HIMATEK. Saat kami bersama-sama meneriakkan HIMATEK! CH CH CHE! dan menyanyikan mars HIMATEK. Saat kami menerima jaket himpunan, identitas kebanggaan. Jaket hitam dengan dua garis putih melingkar di lengan kanan.


"Kami satu, satu CHE"

Dan sebuah pesan:
"Tetaplah Menjadi Sebutir Debu yang Akan Menyinari Sekitarnya"
(Auzan Abirama, Ketua HIMATEK)

Setelah itu ada lagi prosesi-prosesi unik khas HIMATEK untuk menyambut para anggota barunya. Yang ini agak sedikit hahaha sih.

Lewat tulisan ini saya juga ingin menyampaikan terima kasih buat 105 teman seangkatan saya di TK 08, dan kakak-kakak semuanya. Tetap semangat ya semuanya....


Salah satu foto perdana dengan jaket hitam tapi sayang pak ketua angkatan lagi antri absen

Senin, 14 Desember 2009

Yang Tidak Bisa Diucapkan Seorang Ayah

Repost dari notes facebook seorang teman:

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya",
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya...
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika saya kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini saya dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria saya yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa
/ Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi
dibalik hatinya.*

Sabtu, 12 Desember 2009

Marmalade Boy


Kemarin di tengah-tengah ujian yang menumpuk, saya sempat baca sebuah komik. Sebenarnya saya sudah pernah baca komik ini waktu SMP. Bagus sekali memang. Dan waktu kemarin nemu website tempat baca komik online jadi baca komik ini lagi sampai habis. Hehehe, sedikit refreshing sebelum ujian.

Yang bagus dari komik ini adaah gaya gambarnya yang lembut, ceritanya yang natural, tidak berlebihan, dan karakterisasi yang kuat. Komik ini bercerita tentang seorang cewek bernama Miki yang tiba-tiba harus hidup serumah dengan orang tua dan orang tua tirinya serta anak mereka, cowok seumuran Miki bernama Yuu. Bisa ditebak Miki dan Yuu saling suka akhirnya. Cerita juga berputar di karakter-karakter pendukung di sekeliling mereka seperti mantan pacar, sahabat, dan guru mereka.

Buat yang suka komik cewek, komik ini sangat layak dibaca lho...