Jumat, 18 Desember 2009

Pelatihan Daur Ulang Kertas untuk Siswa SMP

Divisi Workshop HIMATEK ITB mengadakan acara pelatihan daur ulang kertas untuk siswa SMP pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2009 di SMPN 14, Jalan W.R. Supratman Bandung. Peserta pelatihan berasal dari lima SMP yaitu SMPN 14, SMPN 22, SMPN 27, SMPN 40, dan SMPN 44. Tiap sekolah diminta mengirimkan 10 perwakilan dan guru pendamping, tetapi karena antusias dengan kegiatan ini, beberapa sekolah mengirimkan lebih dari 10 orang siswa. Kegiatan ini merupakan proker untuk TK 08 yang magang di divisi Workshop. Dari kegiatan ini diharapkan siswa-siswi SMP menyadari pentingnya daur ulang kertas bagi lingkungan dan mengetahui cara membuat kertas daur ulang dengan peralatan sederhana.

Acara dimulai pukul 08.00 dan dibuka dengan sambutan dari Kepala SMPN 14 selaku tuan rumah dan penanggung jawab proker magang sebagai perwakilan panitia. Selanjutnya pembawa acara memberikan penjelasan singkat mengenai kegiatan pelatihan, pentingnya daur ulang kertas, dan cara membuat kertas daur ulang. Peserta kemudian menuju ke ruangan terbuka di samping aula tempat pembukaan untuk paktek mendaur ulang kertas. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok dan tiap kelompok didampingi satu fasilitator dari anggota HIMATEK angkatan 2007 dan 2006.

Para peserta mula-mula belajar membuat bubur kertas. Kertas yang telah disobek kecil-kecil dan direndam dalam air dimasukkan ke dalam blender dengan perbandingan kertas dan air kira-kira 1:5. Setelah cukup halus, bubur kertas atau yang biasa disebut pulp ini dipindahkan ke dalam baskom. Agar pencetakan kertas lebih mudah, digunakan baskom berbentuk persegi panjang. Jika pulp terlalu kental, dapat ditambahkan air lagi. Pulp yang dibuat harus cukup banyak agar alat pencetak kertas dapat tenggelam dalam campuran pulp.

Setelah pulp cukup, pencetakan kertas mulai dilakukan. Alat pencetak kertas berupa kassa yang ditempelkan ke bingkai kayu, disebut screen. Screen dimasukkan ke dalam campuran pulp yang telah diaduk rata dan diangkat sehingga bubur kertas menempel di atas screen dan air tersaring. Selanjutnya screen ditutup dengan kain dan papan triplek lalu dibalik. Kemudian papan screen ditekan dengan rakel agar air keluar. Rakel adalah lembaran karet tebal dngan lebar hampir sama degan screen. Setelah itu screen diangkat dan kertas basah akan menempel di kain, siap untuk dijemur. Semua peserta mencoba melakukan langkah-langkah tersebut dengan didampingi fasilitator. Sementara para guru pendamping mengamati dan sesekali bertanya apada fasilitator juga. Para peserta nampak sangat antusias mencoba membuat kertas daur ulang. Beberapa kelompok juga sempat mencoba membuat kertas dengan tekstur daun.

Acara berikutnya setelah membuat kertas daur ulang dan istirahat sejenak adalah materi mengenai kertas daur ulang sebagai kertas seni dari dosen FSRD, Pak Mukhsin. Dibuka juga sesi tanya jawab setelah materi diberikan. Acara selesai sekitar pukul 10.30 dan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan peralatan daur ulang kertas untuk tiap sekolah serta sertifikat untuk peserta secara simbolis. Dengan penyerahan peralatan daur ulang kertas ke tiap sekolah diharapkan kegiatan daur ulang kertas dapat berlanjut di sekolah masing-masing.

Terakhir, para panitia dan fasilitator berfoto bersama di depan SMPN 14 dengan latar belakang spanduk kegiatan. Kemudian semuanya kembali ke kampus ITB untuk kegiatan lain yang akan dilaksanakan hari itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar