Sekarang saya sedang baca The Last Symbol karya Dan Brown. Mulai baca Senin malam kemarin dan udah sampai chapter 40-an. Tapi gara-gara Selasa, Rabu, dan Kamis malam sibuk terus jadi belum dilanjutkan. Nanti kalau sudah selesai bakal saya tulis review di sini. Sepertinya malam ini bisa lanjut baca deh. Baca novel memang asyik, yang bahasa Inggris kayak gini juga oke.
Jumat, 18 Desember 2009
Makrab Teknik Kimia ITB 2008
Setelah terakhir kali berkumpul seangkatan di luar kampus alias makrab pada bulan puasa kemarin yang sekaligus buka bareng, hari Selasa tanggal 15/12/09 kami TK 08 berkumpul kembali di rumah Arriman, tempat yang sama seperti tempat buka bareng. Memang rumah Arriman letaknya strategis dan luas sehingga enak dijadikan tempat berkumpul. Beberapa dari kami yang merupakan magangers Workshop sampai di rumah Arriman terlebih dahulu karena kami langsung ke sana setelah survey tempat pelatihan daur ulang kertas di SMPN 14. Ternyata di rumah Arriman sudah ada Kiki yang diantar kakaknya. Sambil menunggu teman-teman lain yang berangkat bareng dari kampus, kami jajan dulu di kantin SMA 3 sebelah rumah Arriman.
Sekitar pukul 16.00 anak-anak TK 08 mulai berdatangan. Karpet dan ponco digelar, tendapun dipasang. Saya dan beberapa teman seperti Anur, Mita, Tika, Galuh, Ana, dan lain-lain memotong semangka di dapur. Semangkanya oke banget, ada yang beratnya 6 kg dan ada yang 8 kg. Pisau saya samapai sempat menancap di tengah semangka. Hasilnya agak aneh sih, ada potongan semangka yang kecil-kecil tapi tebal, tapi ada juga yang tipis-tipis tapi lebar. Ya sudahlah, yang penting semangkanya manis.
Setelah ada pengumuman tentang acara CHE Night dari Mita, acara dimulai dengan games bisik-bisik. Orang pertama yang memulai games ini adalah Rene. Cara bermainnya, orang pertama harus membisikkan sebuah pertanyaan yang jawabannya adalah orang yang ada di tempat. Seperti "Siapa yang paling lucu?" dan sebagainya. Orang yang ditanya lalu menuju orang yang merupakan jawabannya dan membisikkan pertanyaan lain semacam itu. Permainan akan berakhir ketika jawaban dari pertanyaan adalah orang yang sudah pernah mendapat giliran. Di akhir permainan semua pertanyaan dibuka ke forum. Sepertinya yang paling sensasional adalah pertanyaan Mely ke Ivan yaitu siapa yang paling sring terbayang. Dan jawaban Ivan adalah...... Bangbang. Hahahahahaha.
Karena sudah masuk waktu maghrib acara dilanjutkan dengan sholat maghrib. Yang laki-laki pergi ke masjid di dekat situ, sementara yang perempuan sholat di rumah. Setelah semuanya selesai sholat, makan malam dibagikan. Menunya nasi, tumis sayur (ada buncisnya!), dan ayam. Entah kenapa Anur dapat tempe tapi saya tidak.
Setelah makan dan menghabiskan semangka, tibalah acara inti yaitu curhat angkatan. Di sini banyak yang mengungkapkan apa yang dirasakan mengenai angkatan, PM, CHE Night, dan lain-lain. Dari sini kami mencoba untuk saling memahami semua yang ada di angkatan kami. Acara selesai sekitar pukul 21.00 tapi saya agak lupa juga. Semoga ke depan acara-acara keakraban seperti ini bisa sering diadakan lagi.
Pelatihan Daur Ulang Kertas untuk Siswa SMP
Divisi Workshop HIMATEK ITB mengadakan acara pelatihan daur ulang kertas untuk siswa SMP pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2009 di SMPN 14, Jalan W.R. Supratman Bandung. Peserta pelatihan berasal dari lima SMP yaitu SMPN 14, SMPN 22, SMPN 27, SMPN 40, dan SMPN 44. Tiap sekolah diminta mengirimkan 10 perwakilan dan guru pendamping, tetapi karena antusias dengan kegiatan ini, beberapa sekolah mengirimkan lebih dari 10 orang siswa. Kegiatan ini merupakan proker untuk TK 08 yang magang di divisi Workshop. Dari kegiatan ini diharapkan siswa-siswi SMP menyadari pentingnya daur ulang kertas bagi lingkungan dan mengetahui cara membuat kertas daur ulang dengan peralatan sederhana.
Acara dimulai pukul 08.00 dan dibuka dengan sambutan dari Kepala SMPN 14 selaku tuan rumah dan penanggung jawab proker magang sebagai perwakilan panitia. Selanjutnya pembawa acara memberikan penjelasan singkat mengenai kegiatan pelatihan, pentingnya daur ulang kertas, dan cara membuat kertas daur ulang. Peserta kemudian menuju ke ruangan terbuka di samping aula tempat pembukaan untuk paktek mendaur ulang kertas. Peserta dibagi menjadi 10 kelompok dan tiap kelompok didampingi satu fasilitator dari anggota HIMATEK angkatan 2007 dan 2006.
Para peserta mula-mula belajar membuat bubur kertas. Kertas yang telah disobek kecil-kecil dan direndam dalam air dimasukkan ke dalam blender dengan perbandingan kertas dan air kira-kira 1:5. Setelah cukup halus, bubur kertas atau yang biasa disebut pulp ini dipindahkan ke dalam baskom. Agar pencetakan kertas lebih mudah, digunakan baskom berbentuk persegi panjang. Jika pulp terlalu kental, dapat ditambahkan air lagi. Pulp yang dibuat harus cukup banyak agar alat pencetak kertas dapat tenggelam dalam campuran pulp.
Setelah pulp cukup, pencetakan kertas mulai dilakukan. Alat pencetak kertas berupa kassa yang ditempelkan ke bingkai kayu, disebut screen. Screen dimasukkan ke dalam campuran pulp yang telah diaduk rata dan diangkat sehingga bubur kertas menempel di atas screen dan air tersaring. Selanjutnya screen ditutup dengan kain dan papan triplek lalu dibalik. Kemudian papan screen ditekan dengan rakel agar air keluar. Rakel adalah lembaran karet tebal dngan lebar hampir sama degan screen. Setelah itu screen diangkat dan kertas basah akan menempel di kain, siap untuk dijemur. Semua peserta mencoba melakukan langkah-langkah tersebut dengan didampingi fasilitator. Sementara para guru pendamping mengamati dan sesekali bertanya apada fasilitator juga. Para peserta nampak sangat antusias mencoba membuat kertas daur ulang. Beberapa kelompok juga sempat mencoba membuat kertas dengan tekstur daun.
Acara berikutnya setelah membuat kertas daur ulang dan istirahat sejenak adalah materi mengenai kertas daur ulang sebagai kertas seni dari dosen FSRD, Pak Mukhsin. Dibuka juga sesi tanya jawab setelah materi diberikan. Acara selesai sekitar pukul 10.30 dan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan peralatan daur ulang kertas untuk tiap sekolah serta sertifikat untuk peserta secara simbolis. Dengan penyerahan peralatan daur ulang kertas ke tiap sekolah diharapkan kegiatan daur ulang kertas dapat berlanjut di sekolah masing-masing.
Terakhir, para panitia dan fasilitator berfoto bersama di depan SMPN 14 dengan latar belakang spanduk kegiatan. Kemudian semuanya kembali ke kampus ITB untuk kegiatan lain yang akan dilaksanakan hari itu.
Kami Satu, Satu CHE
Kemarin, hari Kamis 17/12/09 kami Teknik Kimia ITB 2008 menjalani rangkaian acara terakhir PELITA (Pengenalan Lingkungan dan Organisasi Teknik Kimia). Mengikuti PELITA merupakan syarat bagi mahasiswa Teknik Kimia ITB 2008 untuk menjadi anggota HMATEK (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia) dan sudah dimulai sejak bulan Agustus kemarin. Sebelumnya, hari Rabu sore kami diberi tugas angkatan dan daftar barang-barang yang harus dibawa besoknya. Tugas angkatan tersebut adalah membuat name tag dengan kode warna medik dan organigram lengkap HIMATEK. Tugas itu langsung dikerjakan bersama-sama malamnya sampai sekitar tengah malam.
Besok paginya sebelum acara PELITA, magangers Workshop menjalankan salah satu proker magang kami yaitu pelatihan daur ulang kertas di SMPN 14 dengan peserta siswa-siswi SMP dari lima sekolah. Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00 dan selesai pukul 11.00. Jadi kami sudah siap di kampus pukul 06.00 dan baru kembali ke kampus pukul 11.30. Setelah istirahat sebentar dan makan siang, kami dan seluruh mahasiswa TK 08 lainnya berkumpul di depan perpustakaan pusat pukul 13.00. Dari situ, dilakukan mobilisasi menuju lapangan parkir depan Gedung Serba Guna (GSG) di mana panitia sudah menunggu. Setelah menitipkan handphone kami semua dimobilisasi lagi menuju selasar barat Labtek X.
Acara berlangsung mulai pukul 14.00 bersama dengan panitia PELITA, TK 07 dan para sahabat TK angkatan 06 ke atas. Momen paling berkesan tentu saja saat kami akhirnya menjadi bagian dari keluarga HIMATEK. Saat kami bersama-sama meneriakkan HIMATEK! CH CH CHE! dan menyanyikan mars HIMATEK. Saat kami menerima jaket himpunan, identitas kebanggaan. Jaket hitam dengan dua garis putih melingkar di lengan kanan.
"Kami satu, satu CHE"
"Tetaplah Menjadi Sebutir Debu yang Akan Menyinari Sekitarnya"
(Auzan Abirama, Ketua HIMATEK)
Setelah itu ada lagi prosesi-prosesi unik khas HIMATEK untuk menyambut para anggota barunya. Yang ini agak sedikit hahaha sih.
Lewat tulisan ini saya juga ingin menyampaikan terima kasih buat 105 teman seangkatan saya di TK 08, dan kakak-kakak semuanya. Tetap semangat ya semuanya....

Salah satu foto perdana dengan jaket hitam tapi sayang pak ketua angkatan lagi antri absen
Senin, 14 Desember 2009
Yang Tidak Bisa Diucapkan Seorang Ayah
Repost dari notes facebook seorang teman:
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya",
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya...
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika saya kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.
Tulisan ini saya dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria saya yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa
/ Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi
dibalik hatinya.*
Sabtu, 12 Desember 2009
Marmalade Boy

Kemarin di tengah-tengah ujian yang menumpuk, saya sempat baca sebuah komik. Sebenarnya saya sudah pernah baca komik ini waktu SMP. Bagus sekali memang. Dan waktu kemarin nemu website tempat baca komik online jadi baca komik ini lagi sampai habis. Hehehe, sedikit refreshing sebelum ujian.
Yang bagus dari komik ini adaah gaya gambarnya yang lembut, ceritanya yang natural, tidak berlebihan, dan karakterisasi yang kuat. Komik ini bercerita tentang seorang cewek bernama Miki yang tiba-tiba harus hidup serumah dengan orang tua dan orang tua tirinya serta anak mereka, cowok seumuran Miki bernama Yuu. Bisa ditebak Miki dan Yuu saling suka akhirnya. Cerita juga berputar di karakter-karakter pendukung di sekeliling mereka seperti mantan pacar, sahabat, dan guru mereka.
Buat yang suka komik cewek, komik ini sangat layak dibaca lho...
Rabu, 09 Desember 2009
Warna-Warni
Entah kenapa di saat seharusnya belajar buat UTS dan UAS yang menggunung malah teringat mereka. Mereka yang bikin hidup saya berwarna-warni sejak 4,5 tahun lalu. Tiga tahun berinteraksi dengan mereka tiap hari, dan 1,5 tahun tetap tak melunturkan semua warna-warni itu. Dua puluh empat manusia penghuni kelas di daerah pojokan sebuah sekolah di Jalan Kusumabangsa Surabaya. Hahaha. Hmm, yang satu orang cuma setahun bersama. Terus mulai semester kedua tahun kedua datanglah penghuni baru.

Foto resmi pertama kali
aldi.allam.enggar.audy.dee.dian.cahyo.gio.adi.dio.munk.riris.nikita.nina.frida.dita.henri.tika.randy.risa.ridho.robeth.tiara.tirandan

Foto resmi terakhir sebelum lulus
aldi.allam.enggar.audy.dee.dian.cahyo.gio.adi.dio.munk.riris.nikita.nina.frida.dita.henri.tika.risa.ridho.robeth.tiara.tirandan.zen
Tiga tahun yang super menyenangkan. Yah memang ada sih saat-saat agak tidak menyenangkan, tapi overall semuanya bikin saya selalu pengen kembali ke masa-masa itu. Mulai dari hari pertama PENA alias MOS saat kami pertama kali disatukan di satu kelas, pertama kali masuk kelas yang sebenarnya di temat terpencil jauh dari kelas-kelas lain, acara agustusan pertama kali dengan berkostum kolonial (haha, heboh kostumnya waktu itu ya), buka puasa bareng yang cuma ada segelintir orang padahal makanan yang dipesan banyak banget, terus ada Rendezvous alias pensi pertama kali sebagai anak SMA (aduh cupu banget foto-foto waktu itu), dilanjutkan dengan hampir sekelas jadi panitia S2EC, lomba antar-SMP (pertama saya jadi panitia humas, muter-muter Surabaya).
Masuk tahun kedua, mulai banyak yang aktif di mana-mana, jadi OSIS, jadi panitia ini-itu, sampai kelas yang isinya emang sedikit itu jadi makin sepi ditinggal bolos secara resmi oleh para penghuninya. Apalagi waktu ada event lomba olahraga antar-SMA se-Jawa Timur alias Smala Cup itu. Oya di awal tahun kedua ini si anak Jakarta pindah. Jadi waktu menang lomba foto bertema pahlawan cuma ada 23 anggota. Baru di awal semester 2 si anak Kalimantan bergabung. Di tahun kedua ini juga heboh-hebohnya ujian bahasa Inggris. Seingat saya tahun kedua ini juga yang paling sering jalan-jalan setelah sekolah, entah ke Gramedia atau ke rumah salah satu anak.
Tahun ketiga mulai sibuk les semua kecuali saya. Di kelas juga heboh intensif dan try out. Saat-saat ini terasa sekali kebersamaannya. Saling bantu, saling mendukung. Bingung sama-sama menghadapi ujian-ujian dan segala macam cara untuk masuk perguruan tinggi. Salah satu momen menyenangkan adalah waktu nginep tahun baru, nonton bareng, dan main kembang api. Ehm, di tahun ketiga ini juga ada hal yang mungkin ga akan terlupakan oleh saya... bittersweet memories... Ketika akhirnya hari kelulusan makin dekat, rasanya masih belum mau pisah dengan mereka semua. Jalan-jalan terakhir kali sekelas keliling Surabaya yang dilanjutkan dengan nginep itu masih saya ingat dengan jelas. Sampai akhirnya saya harus pergi ke Bandung, ada beberapa yang mengantar ke stasiun. Kangen banget sama semuanya.
Semoga liburan besok bisa ketemu semuanya. Memang sih delapan dari 24 ada di Bandung dan empat diantaranya girls next door, tapi tetep aja kangen sama semuanya. Kangen dengan segala macam keanehan kalian, hehehe.
Guys, I just want to say thank you for everything. Three years full of wonderful memories. Love you very much.
Senin, 07 Desember 2009
What a Busy Week
This week will be a very busy week in my campus life. I have five mid-semester exams from Tuesday until Saturday, one exam each day. After those exams, there is no chance to take a rest because the final exams will be held next week. Fortunately there are only two final exams in December. The other exams are in January, after Christmas and new year holiday.
Actually, I'm starting to enjoy my life here. I like some of my classes. I have interesting activities too. But so many exams make me feel exhausted. I hope I can cope with the whole things. One thing that I'm waiting now is the holiday. I will go to my home in Sidoarjo this holiday. I've got a train ticket for December 21st. Wow, I miss y family so much. The last time I meet them is three months ago.
my little niece, 3 years old
Okay, I will continue studying for my exams tomorrow. See you later.
Minggu, 06 Desember 2009
Surabaya, Rumah Kedua Saya
Setelah sebelumnya menulis sedikit tentang Sidoarjo, saya akan melanjutkan dengan Surabaya. Saya mulai akrab dengan kota Surabaya saat menginjak bangku SMA. Sebelumnya karena sekolah saya masih terletak di wilayah kabupaten Sidoarjo, maka saya agak jarang ke kota Surabaya. Paling sering biasanya kalau ke toko buku, atau semasa saya kecil ke Taman Hiburan Rakyat (THR) yang kemudian berganti nama menjadi Taman Remaja Surabaya (TRS), sebuah taman hiburan dan permainan anak-anak di pusat kota Surabaya. Sebenarnya jarak rumah saya ke pusat kota Sidoarjo dengan ke pusat kota Surabaya hampir sama, jadi untuk keperluan-keperluan seperti ke toko buku dan sebagainya memang lebih enak sekalian ke Surabaya yang lebih ramai.
Selepas SMP, saya meneruskan SMA di Surabaya. Alasannya selain mencari sekolah yang bermutu juga karena saat itu SMA di Sidoarjo menggunakan sistem tes masuk, sementara SMA di Surabaya hanya menggunakan hasil UAN untuk pendaftarannya. Lagipula jarak dari rumah saya ke Sidoarjo ataupun Surabaya juga hampir sama jauhnya. Singkat cerita, akhirnya saya diterima di sebuah SMA negeri yang (katanya) paling bagus di Surabaya. Entah benar atau tidak, yang jelas saat saya masuk memang sekolah itu yang memiliki passing grade tertinggi dibandingkan SMA-SMA negeri lain.
Sejak saat itulah saya mulai mengenal kota Surabaya. Bagaimana tidak, setiap hari saya menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah melewati jalan-jalan utama di Surabaya mulai dari Jalan Mastrip, Gunungsari, Darmo, sampai Wijaya Kusuma dan Kusuma Bangsa. Mungkin kalau ada yang cukup tahu daerah Surabaya sudah bisa menebak SMA saya. Hehehe. Faktor lain yang membuat saya mulai hafal Surabaya adalah pengalaman menjadi humas acara lomba antar-SMP yang diadakan OSIS SMA saya. Waktu itu saya dan teman-teman harus mengantar undangan dan presentasi ke berbagai SMP di Surabaya. Begitu pula dengan tahun berikutnya ketika menjadi humas untuk turnamen olahraga antar-SMA se-Jawa Timur.
Selain itu, jujur saja waktu SMA saya memang lebih sering jalan-jalan setelah sekolah daripada saat SMP. Tentu saja, SMP saya kan full day jadi baru selesai jam 4 sore. Sementara SMA saya kalau enggak salah jam 1 sudah bubar sekolah. Jadi kadang ke rumah teman buat kerjakan tugas, atau jalan-jalan. Salah satu tempat favorit saya dan teman-teman adalah Surabaya Plaza alias Delta, mall paling dekat dengan sekolah kami. Toko buku Gramedia di sana besar dan menyenangkan untuk baca novel, cari komik, cari bahan tugas, sampai cari kado. Nonton juga kadang-kadang di sini. Mall-mall lain yang kadang dikunjungi adalah Tunjungan Plaza dan Royal Plaza. Kalau Galaxy dan SPI-PTC sih agak jauh.
Selain mall, di Surabaya juga banyak taman kota yang asyik. Saya dan teman-teman pernah ke Taman Bungkul, di pinggir Jalan Raya Darmo. Tempatnya teduh dengan banyak pohon rindang, dilengkapi dengan tempat duduk-duduk dan foodcourt. Taman-taman seperti itu sekarang cukup banyak di Surabaya. Salah satu yang cukup baru adalah taman di bundaran Dolog, Jalan Ahmad Yani yang dilengkapi air mancur. Ada juga Kebun Bibit di daerah Manyar yang sekaligus menjadi sarana edukasi.
Tempat-tempat di atas adalah tempat-tempat yang biasa saya kunjungi dengan teman-teman. Kalau dengan orang tua, khususnya ibu, saya biasanya diajak menemani belanja grosiran di Pasar Turi. Pasar Turi ini dulunya salah satu pasar terbesar di Surabaya sebelum mengalami kebakaran tahun 2007. Biasanya ibu saya beli seragam sekolah, baju, dan lain-lain untuk dijual lagi di toko kecil dekat rumah. Pasar Turi ini menyediakan berbagai macam barang mulai perlengkapan rumah tangga, pecah-belah, pakaian, alat elektronik, sampai dekorasi dan suvenir pesta. Pasar-pasar tradisional lain yang ada di Surabaya adalah Pasar Atum, Pasar Wonokromo, Pasar Bratang, Pasar Pucang, Pasar Pabean, dan Pasar Keputran. Beberapa pasar menjual barang basah, seperti Pasar Keputran yang merupakan pusat perkulakan sayur-mayur, dan ada juga yang menjual aneka kebutuhan seperti Pasar Turi dan Pasar Atum. Ada juga Pasar Blauran yang merupakan sentra emas, buku dan jajanan tradisional. Di Blauran kita bisa mencari buku baru ataupun buku bekas dengan harga miring. Jika beruntung, kadang bisa ada buku yang cukup langka juga.
Tempat-tempat menarik lain di Surabaya adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS), Monumen Kapal Selam (Monkasel), Pantai Kenjeran, House of Sampoerna, dan Jembatan Suramadu yang baru beberapa bulan ini beroperasi. KBS terletak di daerah Wonokromo dan memilki koleksi satwa yang cukup lengkap. Suasananya sangat asri dengan banyak pepohonan rindang. Monkasel terletak di sebelah Surabaya Plaza, daerah Jalan Pemuda. Monumen tersebut merupakan kapal selam asli yang sudah tidak beroperasi lagi. Di monumen ini pengunjung bisa banyak belajar mengenai kapal selam dan dunia maritim. Pantai Kenjeran terletak di derah utara Surabaya. Sejujurnya saya sudah lama sekali tidak mengunjungi pantai ini, hehehe. House of Sampoerna merupakan museum milik Sampoerna yang sangat artistik dan sayang untuk dilewatkan. Terakhir, jembatan Suramadu yang baru beroperasi menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura sehingga tidak harus menggunakan kapal feri lagi untuk menyeberang ke Madura.
Oh ya, sebelum menutup posting ini ada sebuah info yang mungkin sudah jadi ahasia umum. Surabaya itu panas. Ya, sangat panas. Jadi kalau berniat ke Surabaya siap-siap saja. Sekian posting kali ini. Akan dilanjutkan dengan tulisan mengenai Surabaya Green and Clean dan program-program lain yang ada di Surabaya.
Sidoarjo, Kota Kelahiran Saya
Sidoarjo, kota kelahiran saya. Meskipun sekarang kalau ditanya asal saya lebih sering jawab Surabaya karena asal SMA memang di Surabaya. Mungkin hampir semua juga tahu kalau Surabaya adalah ibukota Jawa Timur. Nah, Sidoarjo ini adalah kabupaten yang berbatasan langsung terletak di selatan kota Surabaya. Pusat kota Sidoarjo sendiri berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Surabaya. Kabupaten Sidoarjo terdiri dari belasan kecamatan, salah satunya adalah kecamatan Taman di mana rumah saya berada. Jarak dari daerah rumah saya ke kota Surabaya sebenarnya hampir sama dengan jarak daerah tersebut ke kota Sidoarjo.
Sekarang ini mungkin orang mengingat Sidoarjo dengan semburan lumpur di Porong. Beberapa orang yang baru saya kenal juga berkomentar, "Sidoarjo? Oh yang lumpur itu?", ketika saya menyebutkan asal saya. Memang sih, masalah semburan lumpur tersebut benar-benar mempengaruhi kehidupan masyarakat Sidoarjo, terutama yang tinggal dekat daerah semburan. Tapi bukan berarti tidak ada hal lain yang bisa diingat dari Sidoarjo.
Sidoarjo punya Tanggulangin, sentra kerajinan berbahan kulit khususnya tas dan koper. Daerah ini terletak tak jauh dari semburan lumpur sehingga terkena dampaknya juga. Tetapi kondisi sentra kerajinan ini sekarang sudah berangsur-angsur pulih. Di Tanggulangin terdapat sebuah koperasi yang menaungi para pengrajin yaitu koperasi Intako (Industri Tas dan Koper). Sentra kerajinan lain di kabupaten Sidoarjo adalah sentra kerajinan sepatu dan sandal di daerah Wedoro, kecamatan Waru. Sentra industri ini mengalami masa keemasan sekitar lima tahun lalu. Sayang memang, sekarang usaha-usaha kecil di daerah tersebut banyak yang lesu.
Selain kerajinan, Sidoarjo juga punya produk makanan khas. Yang paling terkenal mungkin bandeng, makanan kesukaan saya. Di kota Sidoarjo banyak dijual bandeng asap yang rasanya enak dan sedap sekali. Sidoarjo juga terkenal dengan petis udangnya. Di kecamatan Taman, tepatnya di daerah Ngelom juga terdapat sentra produksi kerupuk. Kebanyakan usaha di daerah ini dijalankan dalam skala rumah tangga saja. Yang unik, kerupuk berbahan dasar tepung, ikan, dan bawang ini memiliki beragam bentuk. Mulai hewan seperti kelinci, bebek, atau ayam dalam dua dimensi sampai rangkaian bungan dalam bentuk tiga dimensi yang sering dipakai untuk lamaran pengantin.
Di kota Sidoarjo juga ada alun-alun kota yang asyik untuk tempat jalan-jalan sore bersama keluarga dan mencari jajanan. Di dekat pusat kota ini juga ada RSUD Sidoarjo, tempat saya lahir. Hehehe. Baru-baru ini, tak mau ketinggalan dengan Surabaya, Sidoarjo juga memiliki pusat perbelanjaan modern, Sun City Mall. Ada juga GOR Sidoarjo yang pernah menjadi tempat pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Water Park di dekatnya.
Nah, itulah sedikit cerita tentang Sidoarjo. Lain kali akan disambung lagi. Mungkin nanti saat saya pulang waktu libur natal dan tahun baru akan ada cerita baru dan semoga bisa mengambil foto-foto.
Intro
Akhirnya setelah beberapa hari berniat bikin blog, niat itu terlaksana juga. Di tengah banyak UTS yang siap menyambut seminggu ke depan, lahirlah blog ini.
Kenapa blog ini dibuat? Satu alasan terbesar adalah kata-kata seorang kakak kelas saya di tempat kuliah. Waktu kenalan dan ngobrol-ngobrol, kakak itu bertanya tentang hobi saya dan saya jawab membaca. "Oh baca ya? Bagus tuh. Suka nulis gak? Kalo suka nulis lebih bagus lagi soalnya bisa berbagi apa yang kita punya dengan orang lain. Coba deh mulai nulis," itu komentar dari si kakak kelas. Jadi, blog ini memang dibuat untuk berbagi cerita, informasi, dan apapun dengan siapapun yang baca blog ini.
Oke, di posting pertama mungkin saya perkenalkan diri dulu. Karena di atas sudah disebutkan yang menginspirasi lahirnya blog ini adalah kakak kelas di tempat kuliah, sudah jelas kan kalau saya adalah mahasiswa. Lebih tepatnya mahasiswi. Kuliah di sebuah institut teknologi berlambang ganesha di sebuah kota yang cukup dingin. Apalagi dibandingkan dengan kota kelahiran saya. Sekarang saya kuliah di tahun kedua, akhir semester tiga di jurusan yang belajar tentang proses kimia berskala niaga (ini definisi menurut buku sih) yaitu teknik kimia.
Sekian dulu posting pertama dan perkenalan ini. Harus melanjutkan belajar karena seminggu ke depan akan penuh UTS yang dilanjutkan UAS. Mohon doanya juga biar semuanya lancar. Sampai jumpa lagi di posting selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

