Minggu, 06 Desember 2009

Sidoarjo, Kota Kelahiran Saya

Sidoarjo, kota kelahiran saya. Meskipun sekarang kalau ditanya asal saya lebih sering jawab Surabaya karena asal SMA memang di Surabaya. Mungkin hampir semua juga tahu kalau Surabaya adalah ibukota Jawa Timur. Nah, Sidoarjo ini adalah kabupaten yang berbatasan langsung terletak di selatan kota Surabaya. Pusat kota Sidoarjo sendiri berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Surabaya. Kabupaten Sidoarjo terdiri dari belasan kecamatan, salah satunya adalah kecamatan Taman di mana rumah saya berada. Jarak dari daerah rumah saya ke kota Surabaya sebenarnya hampir sama dengan jarak daerah tersebut ke kota Sidoarjo.




Sekarang ini mungkin orang mengingat Sidoarjo dengan semburan lumpur di Porong. Beberapa orang yang baru saya kenal juga berkomentar, "Sidoarjo? Oh yang lumpur itu?", ketika saya menyebutkan asal saya. Memang sih, masalah semburan lumpur tersebut benar-benar mempengaruhi kehidupan masyarakat Sidoarjo, terutama yang tinggal dekat daerah semburan. Tapi bukan berarti tidak ada hal lain yang bisa diingat dari Sidoarjo.

Sidoarjo punya Tanggulangin, sentra kerajinan berbahan kulit khususnya tas dan koper. Daerah ini terletak tak jauh dari semburan lumpur sehingga terkena dampaknya juga. Tetapi kondisi sentra kerajinan ini sekarang sudah berangsur-angsur pulih. Di Tanggulangin terdapat sebuah koperasi yang menaungi para pengrajin yaitu koperasi Intako (Industri Tas dan Koper). Sentra kerajinan lain di kabupaten Sidoarjo adalah sentra kerajinan sepatu dan sandal di daerah Wedoro, kecamatan Waru. Sentra industri ini mengalami masa keemasan sekitar lima tahun lalu. Sayang memang, sekarang usaha-usaha kecil di daerah tersebut banyak yang lesu.

Selain kerajinan, Sidoarjo juga punya produk makanan khas. Yang paling terkenal mungkin bandeng, makanan kesukaan saya. Di kota Sidoarjo banyak dijual bandeng asap yang rasanya enak dan sedap sekali. Sidoarjo juga terkenal dengan petis udangnya. Di kecamatan Taman, tepatnya di daerah Ngelom juga terdapat sentra produksi kerupuk. Kebanyakan usaha di daerah ini dijalankan dalam skala rumah tangga saja. Yang unik, kerupuk berbahan dasar tepung, ikan, dan bawang ini memiliki beragam bentuk. Mulai hewan seperti kelinci, bebek, atau ayam dalam dua dimensi sampai rangkaian bungan dalam bentuk tiga dimensi yang sering dipakai untuk lamaran pengantin.

Di kota Sidoarjo juga ada alun-alun kota yang asyik untuk tempat jalan-jalan sore bersama keluarga dan mencari jajanan. Di dekat pusat kota ini juga ada RSUD Sidoarjo, tempat saya lahir. Hehehe. Baru-baru ini, tak mau ketinggalan dengan Surabaya, Sidoarjo juga memiliki pusat perbelanjaan modern, Sun City Mall. Ada juga GOR Sidoarjo yang pernah menjadi tempat pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Water Park di dekatnya.

Nah, itulah sedikit cerita tentang Sidoarjo. Lain kali akan disambung lagi. Mungkin nanti saat saya pulang waktu libur natal dan tahun baru akan ada cerita baru dan semoga bisa mengambil foto-foto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar