Minggu, 06 Desember 2009

Surabaya, Rumah Kedua Saya

Setelah sebelumnya menulis sedikit tentang Sidoarjo, saya akan melanjutkan dengan Surabaya. Saya mulai akrab dengan kota Surabaya saat menginjak bangku SMA. Sebelumnya karena sekolah saya masih terletak di wilayah kabupaten Sidoarjo, maka saya agak jarang ke kota Surabaya. Paling sering biasanya kalau ke toko buku, atau semasa saya kecil ke Taman Hiburan Rakyat (THR) yang kemudian berganti nama menjadi Taman Remaja Surabaya (TRS), sebuah taman hiburan dan permainan anak-anak di pusat kota Surabaya. Sebenarnya jarak rumah saya ke pusat kota Sidoarjo dengan ke pusat kota Surabaya hampir sama, jadi untuk keperluan-keperluan seperti ke toko buku dan sebagainya memang lebih enak sekalian ke Surabaya yang lebih ramai.

Selepas SMP, saya meneruskan SMA di Surabaya. Alasannya selain mencari sekolah yang bermutu juga karena saat itu SMA di Sidoarjo menggunakan sistem tes masuk, sementara SMA di Surabaya hanya menggunakan hasil UAN untuk pendaftarannya. Lagipula jarak dari rumah saya ke Sidoarjo ataupun Surabaya juga hampir sama jauhnya. Singkat cerita, akhirnya saya diterima di sebuah SMA negeri yang (katanya) paling bagus di Surabaya. Entah benar atau tidak, yang jelas saat saya masuk memang sekolah itu yang memiliki passing grade tertinggi dibandingkan SMA-SMA negeri lain.

Sejak saat itulah saya mulai mengenal kota Surabaya. Bagaimana tidak, setiap hari saya menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah melewati jalan-jalan utama di Surabaya mulai dari Jalan Mastrip, Gunungsari, Darmo, sampai Wijaya Kusuma dan Kusuma Bangsa. Mungkin kalau ada yang cukup tahu daerah Surabaya sudah bisa menebak SMA saya. Hehehe. Faktor lain yang membuat saya mulai hafal Surabaya adalah pengalaman menjadi humas acara lomba antar-SMP yang diadakan OSIS SMA saya. Waktu itu saya dan teman-teman harus mengantar undangan dan presentasi ke berbagai SMP di Surabaya. Begitu pula dengan tahun berikutnya ketika menjadi humas untuk turnamen olahraga antar-SMA se-Jawa Timur.

Selain itu, jujur saja waktu SMA saya memang lebih sering jalan-jalan setelah sekolah daripada saat SMP. Tentu saja, SMP saya kan full day jadi baru selesai jam 4 sore. Sementara SMA saya kalau enggak salah jam 1 sudah bubar sekolah. Jadi kadang ke rumah teman buat kerjakan tugas, atau jalan-jalan. Salah satu tempat favorit saya dan teman-teman adalah Surabaya Plaza alias Delta, mall paling dekat dengan sekolah kami. Toko buku Gramedia di sana besar dan menyenangkan untuk baca novel, cari komik, cari bahan tugas, sampai cari kado. Nonton juga kadang-kadang di sini. Mall-mall lain yang kadang dikunjungi adalah Tunjungan Plaza dan Royal Plaza. Kalau Galaxy dan SPI-PTC sih agak jauh.

Selain mall, di Surabaya juga banyak taman kota yang asyik. Saya dan teman-teman pernah ke Taman Bungkul, di pinggir Jalan Raya Darmo. Tempatnya teduh dengan banyak pohon rindang, dilengkapi dengan tempat duduk-duduk dan foodcourt. Taman-taman seperti itu sekarang cukup banyak di Surabaya. Salah satu yang cukup baru adalah taman di bundaran Dolog, Jalan Ahmad Yani yang dilengkapi air mancur. Ada juga Kebun Bibit di daerah Manyar yang sekaligus menjadi sarana edukasi.

Tempat-tempat di atas adalah tempat-tempat yang biasa saya kunjungi dengan teman-teman. Kalau dengan orang tua, khususnya ibu, saya biasanya diajak menemani belanja grosiran di Pasar Turi. Pasar Turi ini dulunya salah satu pasar terbesar di Surabaya sebelum mengalami kebakaran tahun 2007. Biasanya ibu saya beli seragam sekolah, baju, dan lain-lain untuk dijual lagi di toko kecil dekat rumah. Pasar Turi ini menyediakan berbagai macam barang mulai perlengkapan rumah tangga, pecah-belah, pakaian, alat elektronik, sampai dekorasi dan suvenir pesta. Pasar-pasar tradisional lain yang ada di Surabaya adalah Pasar Atum, Pasar Wonokromo, Pasar Bratang, Pasar Pucang, Pasar Pabean, dan Pasar Keputran. Beberapa pasar menjual barang basah, seperti Pasar Keputran yang merupakan pusat perkulakan sayur-mayur, dan ada juga yang menjual aneka kebutuhan seperti Pasar Turi dan Pasar Atum. Ada juga Pasar Blauran yang merupakan sentra emas, buku dan jajanan tradisional. Di Blauran kita bisa mencari buku baru ataupun buku bekas dengan harga miring. Jika beruntung, kadang bisa ada buku yang cukup langka juga.

Tempat-tempat menarik lain di Surabaya adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS), Monumen Kapal Selam (Monkasel), Pantai Kenjeran, House of Sampoerna, dan Jembatan Suramadu yang baru beberapa bulan ini beroperasi. KBS terletak di daerah Wonokromo dan memilki koleksi satwa yang cukup lengkap. Suasananya sangat asri dengan banyak pepohonan rindang. Monkasel terletak di sebelah Surabaya Plaza, daerah Jalan Pemuda. Monumen tersebut merupakan kapal selam asli yang sudah tidak beroperasi lagi. Di monumen ini pengunjung bisa banyak belajar mengenai kapal selam dan dunia maritim. Pantai Kenjeran terletak di derah utara Surabaya. Sejujurnya saya sudah lama sekali tidak mengunjungi pantai ini, hehehe. House of Sampoerna merupakan museum milik Sampoerna yang sangat artistik dan sayang untuk dilewatkan. Terakhir, jembatan Suramadu yang baru beroperasi menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura sehingga tidak harus menggunakan kapal feri lagi untuk menyeberang ke Madura.

Oh ya, sebelum menutup posting ini ada sebuah info yang mungkin sudah jadi ahasia umum. Surabaya itu panas. Ya, sangat panas. Jadi kalau berniat ke Surabaya siap-siap saja. Sekian posting kali ini. Akan dilanjutkan dengan tulisan mengenai Surabaya Green and Clean dan program-program lain yang ada di Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar